Thursday, March 12, 2020

Hari Ke-49 PKL: Tugas Bertubi-Tubi Disaat Yang Tidak Tepat.

Hari ini Kamis, 12 Maret 2020 merupakan hari ke-49 saya PKL di Excellent. Entah kenapa hari ini saya bangunnya lebih cepat dari biasanya, bangunnya lebih awal tapi berangkatnya sama seperti biasanya. Berangkat jam 7 itu jam yang paling ideal menurut saya, karena sudah tidak terlalu macet, saya sudah kapok berangkat pagi tapi di perjalanan yang ada hanya di siksa. Misal berangkat padi jam setengah 7, 45 menit perjalanan, sial-sialnya bisa sampai 1 jam perjalanan. Tapi kalau berangkat jam 7 rata-rata hanya 30 menit perjalanan, paling lama paling 45 menit.

Tapi jika sedang bad luck bisa menjadi lain ceritanya, pas jalanan banjir misalkan atau kalau sedang apes-apesnya terjebak macet di pertigaan itu. Kalau terjebak macet memang datangnya agak mepet, jam 8 kurang 10. Berbeda lagi ketika jalanannya banjir, waktu itu pernah gara-gara banjir saya datang terlambat 5 menit, jam 8.05 baru sampai di kantor.

Oh iya, kemarin malam keyboard untuk laptop yang saya pesan sudah datang, dan tadi malam sudah saya coba untuk memasangnya ke laptop saya. Butuh ketelitian ekstra untuk mengganti keyboard laptop itu, saya sudah menonton video di youtube tentang cara untuk mengganti keyboard di laptop saya itu, cukup mudah. Selesai mengganti langsung saya coba hidupkan dan langsung saya tes apakah sudah bisa berjalan normal lagi. Tapi ternyata sama saja, masih error, errornya pun masih di tombol yang sama, jadi saya ambil kesimpulan bahwa yang rusak sebenarnya bukan keyboardnya, mungkin hardware yang lainnya, tapi apa?

Karena capek, sebenarnya saya rencana mau langsung istirahat jika sudah sampai di rumah, tapi saya kepikiran terus, jadi yaa saya langsung kerjakan malam itu juga, tadi malam tepatnya. Setelah selesai dan melihat hasilnya saya baru bisa istirahat dengan tenang tadi malam.

Kembali lagi ke hari ini, saya sampai di kantor sekitar jam 7.30, aneh rasanya karena yang datang baru mang Gun seorang. Saya pun agak sedikit terdiam sebentar diatas motor, menghela nafas seperti biasa, kepala saya agak sedikit pusing saat itu, sedikit.

Setelah itu saya langsung ke dalam, pintu di kunci dari dalam, mang Gun kebetulan lagi membersihkan lobby, pintu pun segera dibuka, saya langsung masuk dan langsung menuju ke tempat saya. Awalnya saya tidak berniat untuk cuci muka, dingin soalnya, tapi pas melihat tangan saya yang ada bekas tanahnya, cipratan dari kendaraan lain saya jadi bergegas untuk ke belakang, cuci muka sekaligus tangan. Setelah itu saya langsung mengambil beberapa tisu dan berdiri tepat di bawah AC, agar cepat kering maksud saya.

Setelah itu saya membuang sampah, tempat sampah yang ada di dalam kantor penuh semua. Tempat sampah yang besar yang ada di luar juga ikutan penuh, saya kembali ke belakang bermaksud untuk mencari kantong plastik sampah, tapi setelah saya cari-cari ternyata tidak ada. Saya ke depan lagi, bertanya ke mang Gun apa ada plastik sampah, habis katanya, belum beli lagi. Mang Gun menyuruh saya untuk memadatkan saja tempat sampah besar itu, saya langsung melakukannya dengan tempat sampah yang lebih kecil untuk menekan tempat sampah yang besar itu. Akhirnya masalah sampah pun teratasi.

Sebelum itu mang Gun ngomong ke saya, memindahkan piring yang ada di meja bawah ke wastafel yang ada di atas. Pekerjaan yang mudah, saya segera memindahkannya keatas, hanya memindahkan. Setelah itu saya duduk dan mulai mempersiapkan laptop saya, tidak membantu mas Andes karena dari tadi Bayu seakan tidak ingin diganggu, dia mengerjakannya semuanya.

Jaringan di pagi hari masih bagus, tidak sering down, jadi remote desktop saya masih berjalan dengan lancar. Saya mulai dengan membaca beberapa artikel seperti biasa di Feedly. Saya hanya ingin mengawali tugas dengan yang santai-santai dulu, tidak mau langsung mumet memikirkan project.

Peserta training mulai berdatangan, dan saat itulah internet mulai down. Remote saya mulai tersendat, mulai ngelag-ngelag dan kadang DC. Saya coba untuk pindah ke jaringan yang lain, di Excellent sendiri ada 5 pilihan wifi. Saya mencoba semua, mencoba yang paling lancar. Akhirnya menemukan yang lumayan lancar. Lebih baik dari yang tadi.

Saya memutuskan untuk segera melanjutkan menulis project saya saja. Mulailah menulis, sekarang saya sudah sampai pada Ansible Module. Mungkin akan ada sedikit perubahan rencana pada outline yang sudah saya buat. Kalau menuruti outline itu mungkin tidak akan selesai. Jadi saya selesaikan dahulu bab ini, dan segera memutar ulang rencana.

Saya menulis sampai jam istirahat, hanya mendapatkan sedikit, saat itu saya juga masih agak sedikit mumet. Jam istirahat saya langsung tiduran, langsung tepar. Awalnya hanya tiduran, tapi malah ketiduran. Cukup lama saya tidur. Saya terbangun sekitar jam setengah satu. Untung saja sudah terbangun sebelum waktu istirahat habis.

Ketika bangun saya terdiam sebentar, melihat kondisi sekitar. Saat yang bersamaan juga mas Ahmad berkata sesuatu, saya disuruh untuk melanjutkan tidur saja. Tapi karena saya belum makan, saya langsung keatas, cuci muka dan cuci tangan, langsung mengambil nasi. Saya membawa bekal lauk sendiri, jadi saya hanya tinggal imbuh nasi.

Saat saya sedang makan suasana kantor sepi, padahal ada banyak orang saat itu. Hanya terdengar obrolan mas Ahmad dengan siapa saya tidak memperhatikan. Saya hanya fokus ke makanan yang ada di hadapan saya saat itu.

Selesai makan saya keatas, mencuci piring yang saya gunakan, dan juga gelas yang tadi saya pakai untuk membuat energen. Yaa tadi karena saya merasa lapar saya membuat energen, mungkin sekitar jam 10.

Selesai dengan makan siang saya beristirahat sebentar, sampai kira-kira bisa melanjutkan kembali.

Tak lama setelah itu pak boss beserta karyawan hari ini yang pergi ke tempat klien datang, pak boss, mas Ridwan, mbak Alifa, terusss, sepertinya hanya itu. Pak boss langsung menuju ke mesin pembuatan kopi, langsung membuat kopi kesukaannya, ohh iyaa, ada satu orang lagi yang bersama dengan pak boss. Saya tidak tahu orang itu siapa, saya baru pertama kali melihatnya.

Setelah membuat kopi, pak boss menyuruh semua untuk berkumpul sebentar, briefing. Saya hanya mendengarkan sambil sesekali berfikir, ohhh iya yaa, bisa begitu. Berfikir seperti itu karena omongan pak boss. Saya hanya memperhatikan, karena jika saya sambil kerja saya tidak bisa mendengarkan pak boss, ketika sedang membalas beberapa chat saja saya sudah tidak tahu apa yang barusan diomongkan oleh pak boss. Jadi saya hanya memperhatikan pak boss. Berbeda dengan karyawan yang lain, ada yang sambil mengetik, ada yang sambil bekerja, dan lain-lain. Saya iri, kok bisa seperti itu yaa.

Selesai briefing dari pak boss saya bingung mau kerja apa lagi. Saya akhirnya memutuskan untuk menulis artikel harian saya. Saat itu baru jam 2. Saya menulis awal karena saya ingin mengumpulkan laporan sebelum/tepat ketika jam pulang.

Saya pun segera menulis, tapi pada saat-saat seperti itu saya tidak bisa berfikir mau menulis apa. Dan baru saja mendapat dua paragraf tidak sengaja saya mendengar obrolan yang berasal dari lobby. Yaa, obrolan itu berasal dari tiga orang wanita yang sedang bekerja di lobby. Saya mendengar mbak Indah ingin membuat alamat, mbak Fitra pun memberikan solusi, kenapa tidak menyuruh tim PKL saja. Disusul dengan dukungan dari mbak Alifa.

Sudah pasti yang disuruh nanti pasti saya, karena yang mempunyai template dan daftar alamat hanya saya. Bukannya tidak mau, tapi rencana saya jadi gagal lagi dong. Kejadian seperti ini memang sering terjadi, niat yang saya sudah saya kumpulkan untuk menulis lebih awal akhirnya luntur seketika ketika saya menerima telegram dari mbak Indah, telegram itu berisi tentang daftar PT yang harus dibuatkan alamatnya.

Saya mengiyakan dan segera mengerjakan tugas itu. Saya belum terbiasa mengerjakan tugas itu, baru beberapa kali mbak Ami menyuruh saya menuliskan alamat, jadi pengerjaan sedikit agak lambat dari pekerjaan yang biasa saya lakukan. Di tambah lagi mata saya yang agak sedikit blur, yang kemarin belum juga sembuh. Jadi yaa sangat banyak menyita waktu.

Selesai mengerjakan tugas dari mbak Indah, saya langsung mengirimkan file tersebut. Selesai jam 15.12. Baru saja mengirimkan file itu, ada telegram beruntun dari mbak Fitra, sudah seperti tembakan beruntun. Begitu cepatnya mbak Fitra mengetik dan mengirimkannya ke saya. Saya disuruh mengeprint dokumen dengan beberapa syarat. Yang di print hanya halaman satu dan masing-masing rangkap 5. Ada dua dokumen yang dikirimkan.

Saya segera mengiyakan perintah tersebut, langsung kedepan untuk mengambil kertas yang digunakan, dan kembali ke belakang lagi untuk mengeprint. Saat itu mas Andes sedang mengeprint, tapi saya tidak tahu, sayapun langsung mengambil kertas yang ada printer tersebut dan seketika juga mas Andes pun juga bereaksi. "Saya sedang ngeprint chii" mas Andes berkata seperti itu sambil segera membatalkan print nya. Saya pun meminta maaf kepada mas Andes, untung saja mas Andes orangnya kalem, jadi tidak sampai marah ke saya.

Dia langsung mengembalikan kertas yang saya ambil itu kembali ke printernya dan kembali mengeprint. Saya menunggu mas Andes sampai selesai.

Akhirnya giliran saya memakai printer datang juga. Saya segera mengeprint dokumen itu sesuai dengan ketentuan yang tadi. Laptop saya lemot, tidak mau diajak kerja sama jika sedang dalam keadaan seperti itu. Akhirnya selesai juga ngeprintnya, mbak Fitra sendiri yang mengambilnya.

Saya kembali ke tempat duduk saya, melihat jam sudah jam 15.42. Baru saja duduk ada telegram masuk lagi, kali ini dari mbak Alifa. Saya disuruh untuk mengeprint dokumen, kali ini hanya satu lembar. Tapi laptop saya yang tidak bisa diandalkan, kembali lemot jika digunakan untuk sesuatu yang urgent. Percobaan pertama gagal, saya menggunakan WPS Office untuk mengeprint file PDF, pilihan yang salah, harusnya saya menggunakan chrome saja. Saya pun menggunakan chrome, membukanya lama sekali, mungkin 5 menit baru terbuka.

Saya masih menggunakan kertas yang tadi untuk uji coba, siapa tahu gagal lagi. Ternyata berhasil, saya langsung mengeprintnya di kertas yang baru. Saya sampai di komplain mbak Alifa karena hanya mengeprint satu dokumen saja lama sekali. Saya bilang laptop saya lemot. Selesai mengeprint saya langsung memberikan hasil print itu langsung ke mbak Alifa.

Selesai dengan tugas mbak Alifa, saya langsung kembali lagi ke tempat duduk saya. Berniat untuk segera menulis artikel harian, karena saat itu sudah jam 4 dan hanya 2 paragraf yang baru saya tulis.

Ada telegram masuk lagi, dari mbak Alifa lagi, kali ini dia hanya meminta daftar alamat. Awalnya. Tapi setelah saya berikan filenya, tidak lama setelah itu mbak alifa mengirim telegram lagi, saya disuruh untuk menuliskan alamat, hanya dua alamat. Ya sudah saya langsung mengerjakannya. Alamatnya tidak ada di daftar, langsung diberikan oleh mbak Alifa.

Sedang mengerjakan tugas dari mbak Alifa tiba-tiba di group all Excellent ada pesan jika training sudah selesai, saya segera mempercepat pengerjaan tugas dari mbak Alifa. Selesai juga, dan ketika selesai itu peserta juga sudah keluar semua, jadi nice timing.

Setelah mengirimkan file itu ke mbak Alifa, saya langsung menuju keatas, membantu membereskan training. Masih ada sisa buah yang ada di mangkok besar, saya sempatkan untuk menikmatinya, hitung-hitung untuk penyegaran.

Jam sudah menunjukkan jam setengah 5, nice timing!

Saya pun memutuskan untuk melanjutkan menulis di rumah, saking sibuknya sore ini saya jadi lupa jika saya sedang tidak enak badan. Pulang pun dengan perasaan yang tidak enak sama sekali. Pusing, emosi, badan pegal-pegal. Done.

6 comments:

  1. coba deh min, laptop nya di bongkar, di masuking ke karung beras semua selama semalaman kemudian rakit lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayang berasnya....
      mending dimasak, bisa buat kenyang

      Delete
    2. abis buat ngekum, di masak gpp kok min kan masih di cuci lagi.

      Delete
    3. males masangnya, ribet
      ...

      nanti baut yang tadinya pas malah lebih, kek @Alen

      Delete
    4. hehe....Jadi malu aku min.

      Delete