Senin, 30 Maret 2020

Hari Ke-60 PKL: Pagi Darah Tinggi

Hari ini Senin 30 Maret 2020 merupakan hari ke-60 saya PKL. Libur kemarin saya sama sekali tidak membuka laptop saya, padahal rencananya saya mau melanjutkan membuat cover pada hari Sabtu dan Minggu. Tapi rencana tinggal rencana. Memikirkannya saja sudah sangat malas rasanya. Rasanya hanya ingin bersantai, menikmati hari libur, melakukan kegiatan yang tidak terlalu membuat mumet.

Pagi ini saya sudah sangat semangat untuk melanjutkan pekerjaan. Dimulai dengan brief pagi. Hari ini briefing online sudah tidak menggunakan zoom lagi. Hari ini menggunakan BigBlueButton. Sebenarnya sudah dibicarakan pada meeting sebelum-sebelumnya, dan baru kesampaian hari ini. Hari ini pun masih dalam proses pengetesan. Jadi kalau masih terjadi masalah wajar.

Sudah saya duga sebelumnya bahwa menggunakan BBB ini akan sangat berat bagi laptop saya. Tapi masalah utamanya malah bukan itu, melainkan jaringan HP saya. Sudah dari kemarin jaringan di HP saya mengalami gangguan, kadang lancar kadang mati. Hari ini masih sama, belum ada perkembangan, masih sering mati-mati. 

Ini membuat saya sedikit merasa kesal, jujur. Berulang kali saya keluar masuk room briefing online itu karena jaringan yang tidak stabil. Sudah saya lakukan berbagai cara untuk mengatasi hal tersebut, tapi tetap tidak bisa. 

Penggambaran Emosi dan Memori Manusia Melalui Film Animasi “Inside ...

Karena sudah kesal dengan laptop saya berpindah langsung menggunakan HP saya saja. Mungkin akan lebih stabil karena langsung menggunakan HP. Tapi sama saja, malah emosi saya makin menjadi karena sama saja seperti tadi. Rasanya pengen saya buang itu HPnya. Tapi karena mengingat itu adalah HP satu-satunya saya hanya menahan emosi saja. Masih dalam keadaan keluar masuk room briefing sampai briefing selesai.

Hal itu berakibat saya tidak bisa memahami semua apa yang sudah dibahas di briefing saat itu. Ya sudah lah, mungkin nanti saya akan beli kartu perdana baru saja kalau masalah itu belum juga berakhir.

Emosi saya belum reda, rasanya sampai pusing kepala saya. Saya diam sebentar sampai emosi dan rasa pusing itu agak mendingan.

Setelah agak mendingan saya langsung membuka file project cover saya,mulai memikirkan seperti apa cover yang akan saya buat nanti. 

Seharian saya hanya membuat cover itu, dengan jaringan yang masih error, emosi naik turun, dan menghasilkan hasil yang bisa dibilang sangat tidak memuaskan,


Rencananya begini, pohon besar ditengah itu saya akan taruh logo ansible, entah itu seperti diukir, ditempel, or something. Dan pohonnya berbuah, buahnya mungkin nanti akan saya beri tempelan atau teks bertuliskan apa saja yang bisa diotomatisasikan menggunakan ansible. Dibelakangnya belum kepikiran mau saya kasih apa.

Karena saya sudah mentok, tidak bisa melanjutkan pembuatan lagi, akhirnya saya memutuskan untuk menulis artikel harian saya, saya tidak sabar ingin meluapkan semua emosi saya yang sudah saya tahan dari tadi, bisa dibilang seperti curhat, curhat tapi lewat tulisan. 
Continue reading Hari Ke-60 PKL: Pagi Darah Tinggi

Jumat, 27 Maret 2020

Hari Ke-59 PKL: Saya Bukan Anak Desgraf😑

Kemarin, setelah menulis blog selesai saya berencana untuk melembur, membuat cover atau membuat daftar isi untuk buku saya. Tapi tidak membuahkan hasil sama sekali. Saya akhirnya hanya begadang untuk menonton film di TV. Dalam hati "TV sialan, kenapa film yang ada malam ini bagus". Bukan hanya 1 film tapi 2. Keduanya bagus, jadi sayang untuk dilewatkan. Rencana untuk melembur pun GAGAL.

Pagi ini saya mengecek telegram, ada telegram dari pak boss di group all. Pak boss menyuruh semua tim untuk mengirimkan link artikel yang dibuat minggu ini. Saya pikir pengumuman itu tidak berlaku untuk saya karena setiap hari saya sudah menulis dan menuliskan linknya di laporan saya. 

Saya segera bersiap...

Setelah selesai bersiap saya segera join ke briefing online, sama seperti biasanya. Sekarang brief online sudah menjadi sarapan setiap hari. 

Tapi hari ini ada masalah yang bisa dibilang cukup besar. Tiba-tiba ada SMS dari operator XL yang memberitahukan bahwa paket internet saya sudah habis. Seketika juga koneksi zoom saya DC, jujur saya panik waktu itu. Saya pun langsung meminta tethering dari mas. "wani piroo?". Jawaban menolak tapi dia memberikan tetheringnya. Sudah tidak aneh lagi bagi saya kelakuan seperti itu. 

Untung saja brief belum dimulai, baru mau dimulai. 

Briefing pun dimulai...

Hal yang dibahas sebenarnya tidak terlalu banyak, tapi cukup lama. Mungkin sekitar jam setengah 10 kurang lebih.

Brief selesai saya langsung pergi membeli paketan. Bisa dibilang cukup mahal menurut saya.

Agenda saya hari ini adalah membuat cover. Permasalahannya hanya satu, saya tidak punya aplikasinya, harus download dulu. Ukuran aplikasinya lumayan besar, 700mb. Untung saja paketannya banyak, jadi saya tidak terlalu khawatir.

Sambil menunggu saya membuat daftar isi, saya browsing format daftar isi seperti apa saja. Tidak sulit untuk membuatnya, yang menjadi masalah hanya officenya yang tidak bisa sesuai dengan keinginan saya. 

Oh yaa, hari ini hari Jum'at, sudah hampir tengah hari yang artinya sudah hampir saatnya untuk shalat Jum'at. Suasana berbeda sekali dengan hari Jum'at sebelum virus Covid-19 mulai terdeteksi di Indonesia. Biasanya ketika sudah mendekati jam 12 sudah terdengar suara dari masjid yang menandakan sudah saatnya untuk shalat. Tapi kali ini sepi sekali, saya tidak mendengar ada masjid yang bersuara. Hmmmm, aneh rasanya.

Kecepatan download tidak secepat internet yang ada di kantor, jadi yaa harus sabar menunggu. Jam 12 pas sudah selesai mendownload aplikasinya dan sudah saya instal. Saya hanya menggunakan trial, karena lalau beli mungkin butuh 2 kali lipat dari jumlah uang yang saya miliki saat ini.

Seperti biasa saya istirahat tidak makan, masih kenyang soalnya. Saya hanya mengistirahatkan badan saya yang sudah mulai pegal-pegal. Tidak ngantuk, padahal semangat saya tidak seperti kemarin dan juga tadi malam habis begadang. Jadi apa yang membuat saya tidak mengantuk??. Heran saya😑

Setelah istirahat saya langsung mengerjakan cover menggunakan aplikasi yang baru saja saya install. Jujur pengetahuan, skill, dan pengalaman saya di desgraf tidak terlalu bagus. Jadi sudah pasti nanti saya akan sangat kesulitan. Saya berencana untuk meniru gaya cover buku ala Excellent. Tapi setelah saya pikirkan tidak ada yang cocok untuk tema saya, atau mungkin pemikiran saya yang terlalu terbatas😶

Saya pun mencoba untuk sedikit berbeda dengan gaya Excellent. Sangat berbeda mungkin. Saya pun mengerjakannya. Jujur saat itu saya buntu, tidak tahu mau kemana, dan sangat mumet. Dan yaa cover pun hanya jadi sekitar 10% saja. Hanya ada persegi panjang yang ada logo ansible di tengahnya. Yaa mungkin akan sedikit molor dari target pengerjaanya.

Karena sudah saatnya untuk brief sore saya segera siap-siap untuk mengikuti brief sore. Cuci muka agar muka tidak terlalu kelihatan kusut.

Brief sore pun dimulai...

Pak boss hanya membuka sesi pertanyaan, pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan hari ini.

Brief dimulai jam 4 dan selesai mungkin sekitar jam 5. Brief yang singkat.

Dan itulah untuk hari ini, sebuah hari yang membuat saya merasa tidak melakukan apa-apa. Yaa, hari ini saya hanya melakukan pekerjaan yang tidak terlalu banyak dan tidak menghasilkan hasil yang memuaskan.😑
Continue reading Hari Ke-59 PKL: Saya Bukan Anak Desgraf😑

Kamis, 26 Maret 2020

Hari Ke-58 PKL: Finally!

Kamis, 26 Maret 2020 merupakan hari ke-58 saya PKL di PT Excellent Infotama Kreasindo. Kebijakan WFH masih berlanjut hari ini, sampai waktu yang belum ditentukan, melihat kondisi katanya. 

Saya bangun, terbangun karena keponakan rewel. Tapi setelah itu tidur lagi, hehe. Bangun lagi saya langsung membuka telegram saya, ada beberapa info dari pak boss. Salah satunya semua tim harus menggunakan pakaian yang rapi hari ini, yang good looking. Saya pun langsung kepikiran, apakah mungkin gara-gara tulisan saya yang kemarin. Ya sudah saya langsung bergegas untuk mandi.

Di rumah cuma ada saya sama Bayu, kakak saya pergi mengantar istrinya ke kantor. Kebijakan kantor mbak saya sehari masuk sehari WFH, bergantian. Saya berfikir cara seperti itu mungkin sama saja, sama saja jika masuk seperti biasa. 

Sehabis mandi saya langsung berpakaian layaknya jika saya pergi ke kantor, setelah itu langsung menghadap laptop saya. Aneh rasanya memakai pakaian rapi tapi hanya menghadap laptop di rumah. Sama seperti mbak saya kemarin. 

Briefing pun dimulai, hari ini brief seperti biasa. Membahas apa yang sudah di kirimkan semua tim di group briefing Excellent. Tim PKL juga disuruh mas Ridwan untuk memberikan materi, disuruh untuk mengirimkan ke mas Ridwan. Minimal 2. Saya belum mempersiapkan sebelumnya jadi ya saya hanya memberikan apa yang saya pikirkan saat itu.

Cukup banyak materi brief kali ini, selesai juga seperti biasa, jam setengah sepuluh. Ohh yaa, materi brief yang saya berikan adalah saya bertanya bagaimana cara untuk mengakses VM ware dari rumah. Saya kira awalnya harus menggunakan VPN dari mikrotik atau semacamnya. Tapi ternyata ada cara lain yang lebih mudah. Menggunakan aplikasi remote. TeamViewer. Saya baru tahu saat itu. Yang saya tahu sebelumnya hanya aplikasi bawaan windows, remote desktop. 

Pertama saya dibuatkan akses terlebih dahulu oleh mas Raihan menggunakan OS miliknya. Setelah itu saya menggunakannya untuk mengakses VM ware, mengaktifkan windows saya, menginstall Teamviewer, kemudian meremote windows saya dari laptop saya. Yeayyy, akhirnya bisa menggunakan device yang tidak lemot lagi. 

Saya pun mulai bekerja. Melanjutkan rencana saya yang kemarin. Hari ini saya agak sedikit mempercepat pekerjaan. Hari ini hari terakhir saya harus menyelesaikan buku saya. Besok seharian saya harus fokus untuk membuat cover dan daftar isi. Ganbatehh. 

Saya praktek sambil membaca referensi, Ansible module butuh waktu untuk menghafalkannya. Susah untuk menghafalnya, karena banyak dan harus sama persis formatnya. Jadi yaa butuh waktu untuk menghafalkannya. 

Baru kali ini saya bisa menikmati praktek saya, walaupun kepala saya rasanya sangat mumet. Tapi jika praktek dan berhasil rasanya puas sekali, tapi jika praktek tapi belum bisa sampai berhasil rasanya sangat penasaran sekali, menjadi pikiran jika mau tidur, akhirnya tidak bisa tidur.

Hari ini pun semangat saya bisa dibilang cukup besar untuk menyelesaikan hal ini. Saking semangatnya waktu istirahat saya masih meneruskan prakteknya, saya belum lapar soalnya. Dan juga sudah akan selesai. 

And finally selesai juga, selesai sekitar jam 12.30. Huhhh, lega rasanya bisa menyelesaikannya. Saya praktek tidak melihat tutorial apapun, hanya bermodalkan pengetahuan terbatas saya. Dan akhirnya berhasil juga.

Saya menggunakan waktu istirahat itu untuk pergi ke toko, membeli kopi dan beberapa cemilan. Antisipasi jika ngantuk. Tapi anehnya saya tidak merasa ngantuk sampai jam 12 ini. Mungkin karena saking semangatnya🤔.

Saya hanya jalan kaki, karena alfa mart tidak terlalu jauh dari rumah, mungkin hanya sekitar 200 meter kurang lebih.

Setelah itu saya segera membuat kopi, untuk saya dan kakak saya. Tidak tahu kenapa belakangan ini saya jadi suka ngopi, padahal kalau dirumah biasanya hanya minum air putih saja.

Tidak awet, atau saya yang tidak bisa menikmati. kalimat itu yang saya pikirkan ketika baru saja saya buat, 30 menit kemudian kopi itu sudah habis saja. 

Tigapuluh menit kemudian:

Entah gelasnya yang bocor atau bagaimana.

Setelah itu saya segera menulis bab terakhir buku saya, materinya tentang apa yang sudah saya praktekkan hari ini. Targetnya hari ini selesai. Harus selesai malah, harus nglembur juga tidak masalah.

Dan jam setengah empat akhirnya selesai juga materi terakhir itu, yang artinya selesai juga buku saya. Lega sekali rasanya, tidak jadi sampai lembur.

Reminder, hari ini ada briefing sore, untuk review pekerjaan hari ini, seharusnya jam 4, tapi karena pak boss sedang ada acara, ulang tahunnya Vavai, anaknya pak boss yang paling besar. Entah yang keberapa, tapi di brief tadi pagi juga sudah dibahas untuk mengucapkan selamat ultah untuk Vavai. Disuruh japri saja langsung ke orangnya. 

Saya istirahat sebentar, mengistirahatkan mata dan jari tangan yang sudah mulai pegal karena seharian menghadap ke komputer. Saya istirahat sampai brief hari ini dimulai. 

Jam setengah lima, brief pun dimulai, pak boss mengkoreksi beberapa pekerjaan hari ini. Dan membahas saham atau apa itu namanya, yang naik sampai 21% kalau tidak salah.

Pak boss juga memberikan semangat dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim atas kinerjanya. Saya tidak tahu tapi semua berterima kasih, mungkin gajian🤔.

Setelah brief selesai berakhir sudah jam kerja hari ini, saya bisa beristirahat. Huftt, mungkin nanti malam saya mau mencari referensi cover, atauu membuat daftar isi saja🤔, entah lah...



Continue reading Hari Ke-58 PKL: Finally!

Selasa, 24 Maret 2020

Hari Ke-57 PKL: Tangisan Yang Bikin Pusing

Hari ini work from home masih berlanjut. Jujur saya tidak terlalu suka bekerja di rumah. Tidak ada koneksi internet soalnya. Harus menggunakan hotspot tethering dari HP. Dan itu sangat boros sekali. Banyak kebutuhan saya yang membutuhkan internet. Dan device yang lancar tentunya.

Semua kebutuhan itu bisa didapatkan jika saya pergi ke markas. Tapi masa iya saya sendiri pergi ke kantor. Dan juga satu masalah lagi. Adaptor saya yang rusak, dan harus bergantian dengan Bayu. Jadi ya mau bagaimana lagi.

Semenjak work from home aktivitas pagi saya jadi agak santai. Tidak seperti hari biasa yang harus bangun lebih pagi, mengantri kamar mandi, siap-siap, dan menghadapi lalu-lintas kota Jakarta menuju Bekasi.

Yang bekerja dari rumah tidak hanya saya saja, kakak saya dan istrinya juga bekerja dari rumah. Jadi rumah sudah seperti kantor suasananya. Semua sibuk dengan kerjaannya masing-masing. Tapi yang paling ketat kantornya mbak saya, meskipun kerja dari rumah harus menggunakan pakaian yang rapi. Padahal saya dan kakak saya hanya menggunakan pakaian biasa. Yaa, kebijakan kantor memang berbeda-beda.

Seperti biasa, pagi jam 8 sudah harus mengikuti briefing online bersama dengan tim yang lain. Menggunakan aplikasi zoom.

Pak boss sudah memberi tahu dari awal kalau briefing akan lebih singkat. Hanya akan membahas hal yang penting saja. Katanya.

Briefing pun dimulai, dan benar langsung membahas hal yang urgent saat itu. Berhubungan tentang client.

Jujur saya merasa bosan, tidak seperti mendengarkan briefing dari pak boss secara langsung yang selalu saya perhatikan.

Briefing pun selesai jam setengah 10. Sama seperti biasanya dong.

Selanjutnya saya berencana untuk menambahkan satu tutorial konfigurasi saja dengan menggunakan ansible, konfigurasi web server, apache2. Saya sudah hafal cara konfigurasi apache2, jadi tinggal membuat script YAML nya. Saya segera mengeksekusi rencana tersebut.

Tapi akhir-akhir ini muncul isu baru di laptop saya, di elementary saya. Jika digunakan untuk pekerjaan yang berat seperti membuka virtual mesin di virtualbox, membuka chrome, membuka aplikasi code, membuka terminal. Seperti itu akan ada black screen di sebelah kiri layar. Tidak sampai memenuhi layar, tapi membuat laptop menjadi lemot. Dan solusinya hanya satu. Merestart komputer atau mematikannya. Itupun harus dilakukan dengan shortcut keyboard, untung saja saya sudah diberi tahu shortcutnya. Untuk merestart Ctrl + Alt + PrintScrn ditahan lalu ketik "risub", untuk shutdown kata risub diganti dengan kata "risuo".

Cara itu diberi tahu oleh mas Ridwan, tapi hanya bekerja untuk linux.

Seharian saya hanya fokus untuk menyelesaikan rencana yang saya buat tadi. Saya berganti menggunakan windows, karena masalah yang tadi saya jelaskan itu datang lagi.

Dan tak lupa dengan godaan ngantuk, kali ini lebih parah mungkin, karena tadi malam saya membantu teman saya dengan masalah blognya. Harus menggunakan script html, jadi ya saya iyakan saja permintaan itu, kebetulan juga semangat untuk belajar coding belum pudar, walaupun belum kesampaian sampai sekarang.

Sebelum jam 12 saya sudah merasakan ngantuk itu, saya menahannya sampai jam 12, lalu kemudian baru tidur. Tapi tidak bisa :(. Anak kakak saya rewel terus, berisik. Saya jadi tidak bisa tidur. Sudah tertidur sebentar tapi bangun lagi karena tangisannya. Pusing rasanya. Jadi waktu istirahat tidak bisa digunakan untuk tidur. Saya lanjutkan saja bekerja, baru nanti saya tidur sebentar kalau anak kakak saya sudah tidur.

Dan yaa, anak kakak saya baru tidur jam 1. Karena sudah tidak tahan saya pun segera menyusul, menyusul tidur maksudnya.

Bangun jam setengah 2. Saya membuat kopi.

Menggunakan windows harus menginstall virtual mesin baru. Jadi ya memakan waktu yang cukup lama, tidak bisa untuk multitasking, jadi ya saya harus menunggu sampai instalasi selesai.

Selesai instalasi harus mengkonfigurasi dulu virtual mesinnya. harus mengatur SSH, harus menginstall ansiblenya, dll. Masalah terjadi ketika sedang konfigurasi SSH. Gagal. Padahal saya sudah berulang kali melakukan konfigurasi SSH, dan ini merupakan yang paling mudah.

Saya pun hanya terjebak disitu, sampai kopi saya habis. Masalahnya dua virtual mesin yang saya gunakan ip nya sama. Lahh kok bisa, padahal kan dhcp dari hotspot saya. Hmmm.

Sudah saya konfigurasi static, masih saja sama. Hmmm, akhirnya saya menyerah, dan memutuskan untuk menulis artikel harian saya saja. Sudah mumet soalnya. Mungkin nanti malam bakal saya perbaiki lagi.

Selesai membuat artikel saya segera membuat laporan, entah apa yang saya tulis, karena seharian saya hanya terjebak dengan dua masalah, Ngantuk dan Virtual mesin yang ngajak ribut.
Continue reading Hari Ke-57 PKL: Tangisan Yang Bikin Pusing

Senin, 23 Maret 2020

Hari Ke-56 PKL: Postpone

Hari ini Senin, 23 Maret 2020 merupakan hari ke 56 saya PKL di PT Excellent. Pagi ketika saya bangun saya langsung mengecek HP. Di group telegram all Excellent pak boss memberikan pengumuman lagi. Pengumumannya berisi tentang work from home dilanjutkan minggu ini, dan untuk kerja bergantian yang sudah dibuatkan jadwalnya ditunda untuk sementara.

Hasil gambar untuk postpone

Intinya hari ini bekerja dari rumah lagi.

Yahh, padahal saya hari ini sudah berencana untuk mengambil file project saya di kantor. Sebenarnya boleh ke markas, tapi rasanya aneh saja jika pergi ke kantor terus balik lagi. Jadi yaa, mungkin nanti saya bakal menulis dari apa yang saya update 5 hari kemarin. Untung saja saya punya file PDF yang terbaru, jadi mungkin bisa langsung copas saja.

Awalnya ketika membaca pengumuman itu saya sempat ragu bahwa hari ini bekerja dari rumah lagi. Saya sampai berulang-ulang membaca pengumuman yang diberikan pak boss itu. Sampai benar-benar yakin bahwa hari ini WFH lagi.

Hari ini saya persiapan lebih pagi, takut kejadian seperti hari Jum'at kemarin. Saya mulai join room mungkin mulai dari jam setengah delapan. Saya hanya menunggu sampai jam 8.

Sudah jam delapan saya tunggu, sambil menonton youtube. Tapi pak boss belum join ke room. Saya pun membuka telegram, pak boss memberi tahu kalau meeting postpone sampai jam 9. Kebiasaan jelek saya adalah mengabaikan apa yang saya tidak mengerti dan menebaknya. Saat itu saya mengira kalau chat pak boss itu memberi tahu bahwa meeting sampai jam 9. Jadi saya lanjutkan untuk menunggu.

Setelah menunggu cukup lama saya merasa aneh, kalau meeting sampai jam sembilan kenapa sampai sekarang belum dimulai. Saya pun kembali membuka group Excellent, membaca kembali chat dari pak boss itu. Saya pun juga mencari arti kata postpone di google. Ternyata artinya adalah menunda. Hmmmm, jadi gini rasanya tertipu oleh diri sendiri :(

Saya pun memutuskan untuk mulai menulis saja. Tapi saya lupa kalau file iso ubuntu yang ada di windows saya yang dulu tidak saya backup. Yahhh. Tapi saya masih punya filenya di elementary. Tapi zoom tidak bisa dijalankan lewat elementarynya. Hmmmm, ya sudah saya menunggu sampai jam sembilan saja. Sampai meeting dimulai.

Akhirnya meeting dimulai, membahas hal-hal yang penting, dan juga nasehat dari pak boss untuk bekerja dari rumah. Meeting sampai jam sepuluh kalau tidak salah. Saya langsung ganti elementary dan memutuskan untuk menulis menggunakan elementary saja, yang sudah terinstall semua yang saya butuhkan untuk menulis dan bahan menulis.

Saya seharian hanya menulis, karena minggu ini adalah minggu terakhir di bulan maret, yang berarti deadline project saya sudah mau habis juga. Jadi ya hari ini saya fokuskan untuk menulis saja.

Seharian menulis bukan berarti seharian saya bisa mulus menulis. Tentu ada godaan dan gangguan pastinya. Tapi godaan yang paling besar adalah godaan untuk tidur. Sama persisi seperti apa yang dibilang oleh pak boss. Saya pun mencoba berbagai cara untuk tidak sampai tidur. Minum kopi hanya berefek sampai kopinya habis, setelah habis ngantuknya datang lagi.

Musik mungkin berhasil, tapi kalau kelamaan mendengarkan musik pusing rasanya.

Minum air putih, itu yang saya lakukan untuk menunda ngantuk saya. Saya kira tidak berhasil, tapi ternyata berhasil sampai sore saya tidak tergoda oleh kasur yang kelihatannya sangat enak jika digunakan untuk tidur.

Tapi saya tertidur pas saya menulis artikel harian saya. Sudah tidak tahan rasanya. Saat itu sudah jam 4.15 kalau tidak salah. Saya berbaring, tapi malah bablas ketiduran. Saya bangun jam 5, dan langsung melanjutkan menulis artikel hariannya.

Sungguh godaan yang sangat kuat, tapi untungnya bisa menahannya, tapi ketika menit-menit terakhir KO juga.
Continue reading Hari Ke-56 PKL: Postpone

Jumat, 20 Maret 2020

Hari Ke-55 PKL: Pertama Kali Work From Home

Hari ini Jum'at 20 Maret 2020 merupakan hari ke 55 saya PKL di PT Excellent seharusnya. Tapi hari ini sudah mulai berlaku kebijakan baru untuk menyikapi penyebaran virus Covid-19. Kebijakan baru itu adalah bekerja dari rumah/work from home. Bekerja dari rumahnya tidak setiap hari, melainkan di dibagi menjadi dua tim. Tim A dan tim B. Tim A masuk hari Senin dan Selasa, sedangkan tim B masuk hari Rabu dan Kamis. Khusus hari Jum'at semuanya bekerja dari rumah, dimulai dari hari ini.

Hasil gambar untuk work from home

Bekerja dari rumah berarti saya tidak perlu ke kantor, jadi waktu untuk tidur juga bertambah, wkwkwk.

Bangun tidur saya membuka telegram, dan seperti dugaan saya ada undangan meeting online dari pak boss. Dimulai jam 8 pagi. Saya langsung bangun, mandi setelah itu siap-siap untuk mengikuti briefing online itu. Kemarin saya sudah menginstall zoom di Elementary saya, tapi belum saya cek bisa digunakan atau tidak.

Yang saya rasakan pagi ini mungkin hanya rasa kesal terhadap laptop yang sedang saya gunakan...

Lemottt sekali...

Delay saat saya mengklik sampai aplikasi terbuka itu mungkin ada sekitar 2 menitan. Padahal saat itu saya menggunakan Elementary. Dan kondisi saat itu baru saja saya nyalakan. Harusnya kan masih fresh, belum terbebani aplikasi apapun. Membuka aplikasi zoom dan telegram. Begitu terbuka telegram sudah tidak lemot lagi, tapi aplikasi zoomnya yang masih lemot.

Saya copas link invitenya, kalau di Windows link itu bisa langsung berubah menjadi ID room, tapi kalau di Elementary tidak bisa. Saya coba untuk join. Tadaaa... tidak terjadi apapun.

Tidak bisa di apa-apakan aplikasi zoomnya. Di close tidak bisa, mau join juga tidak bisa. Saya tunggu saja, sampai akhirnya kesabaran saya habis. Akhirnya saya matikan paksa laptop saya, dan berganti ke windows saya.

Tapi saat itu sudah mepet. Sudah hampir jam 8. Dan saya masih belum join.

Windows selesai boot, saya segera membuka telegram desktop untuk mencari link invitenya. Dan terjadi lagi. Bahkan kali ini lebih parah. Muncul pesan error yang kalau telegram tidak bisa dibuka karena ada sesuatu yang error. Hmmmmm... Tambah kesal saja rasanya...

Tapi aplikasi zoom berhasil dibuka, tinggal membuka telegramnya untuk mendapatkan link invite. Akhirnya terbuka juga telegramnya. Saya segera mengcopy link invitenya dan mempastenya ke zoom. Akhirnya bisa bergabung juga. Untungnya belum dimulai briefingnya.

Briefing pun dimulai...

By the wayyy, saya memakai hotspot tethering dari HP. Saya hanya berharap tidak terlalu banyak menghabiskan paket data saya.

Disaat briefing sedang berlangsung saya iseng-iseng buka telegram, dan mungkin itu keputusan yang paling buruk yang saya pilih saat itu. Pas saya berpindah ke telegram seketika juga semuanya langsung freeze. Tidak bisa di apa-apakan lagi. Tak terkecuali zoom. Saya pun DC dari roomnya.

Karena sangat kesal saya langsung mematikan laptop saya, secara paksa lagi. Dan join ke briefing menggunakan HP saja. Untungnya tadi sudah saya install aplikasi zoomnya, untuk mengantisisapi kejadian seperti ini.

Briefing selesai, hanya membahas hal-hal yang berurusan dengan kantor saja. Tidak seperti briefing langsung yang biasanya membahas secara keseluruhan.

Tekat untuk install ulang laptop saya semakin bulat saja rasanya. Dan ketika briefing selesai saya langsung mempersiapkan alat untuk menginstall ulang. Hanya sebuah Flashdisk sihh.

Langsung saya buat bootable, lama, sudah jelas. Saya sambil backup data yang sekiranya penting.

Ketika selesai membuat bootable saya langsung menginstall ulang laptop saya. Ketika sudah sampai pada tahap partisi langsung bimbang. Ada file penting tidak ya, yang itu sudah saya backup belum yaa, yang ini sudah saya backup belum yaa.

Dengan agak sedikit ragu saya format partisi windows yang lama saya dan menginstall windows yang baru di situ.

Lama, saya tunggu sambil bermain HP...

Oh iya, saya memilih windows 8. Kalau masih lemot nanti saya pindah lagi ke windows 7. Masih lemot lagi? windows XP :v kalau windows XP masih lemot sih kebangetan.

Selesai menginstall saya mengamati dulu. Ternyata tidak terlalu lemot, hanya sedikit, tapi itu mungkin karena belum diinstall driver. Saya pun langsung menginstall drivernya, lama lagi. Tapi kalau yang ini lamanya keterlaluan.

Saya tunggu sampai ketiduran bahkan, belum selesai juga.

Perihal shalat Jum'at saya memilih untuk tidak shalat dahulu, mungkin menjadi pilihan yang terbaik saat ini. Saya tadi juga melihat berita kalau lebih baik tidak shalat Jum'at terlebih dahulu.

Kesabaran saya pun sudah mencapai batas, saya close aplikasi driverpacknya, saya restart laptopnya dan saya install driver lagi. Dan kali ini cepat, cepat sekali malah, dibandingkan dengan yang tadi. Saya lihat jam sudah jam 2 sore. Uwahhh. Saya tadi ketiduran setelah dzuhur. Cepat sekali sudah jam 2.

Menginstall driver itu tentu masih menggunakan hotspot dari HP saya. Driverpack online. Jadi membutuhkan koneksi internet.

Saya cek habis berapa hari ini. Saya bengong melihat paket data yang sudah saya habiskan hari ini, habis 4.17 GB. Tadi saya cek masih 8 GB, sudah habis 4 GB, berarti tinggal 4 GB kurang. I need wifi!

Selanjutnya saya lanjutkan untuk menginstall beberapa aplikasi, office, github desktop, etc.

Ngomong-ngomong github, kemarin saya lupa untuk meng commitnya. Jadi ya file yang terupdate masih ada di Windows yang terinstall di VM. Saya hanya punya file pdfnya. Saya punya ide untuk mengubahnya ke file doc, tapi setelah saya cari-cari di google, yang berubah hanya beberapa halaman, kalau mau full mengubahnya harus berlangganan, atau apalah itu. Hmmm...

Sudah jam 3 ternyata, saya bingung mau menulis artikel harian atau tidak, karena kan hari ini saya dirumah, tidak pergi ke kantor. Tapi saya pikir mungkin lebih baik menulis saja. Melampiaskan semua emosi di tulisan, mungkin bisa menjadi lebih baik, hehe. Atau mungkin bisa dibilang curhat.

Saya pun menulis...

Oh iyaa, jika dirumah itu ada gangguan, gangguan kecil. Anak kakak saya yang masih kecil, baru 2 tahun april nanti. Mengganggu, namanya juga anak kecil, tapi saya menjadi terganggu. Tidak bisa fokus ke laptop saya. Diganggu terus soalnya.

Akhirnya artikel harian selesai, segera saya upload. Lanjut membuat laporan, hanya sedikit, karena kebanyakan saya hanya mengurusi laptop saya.

Saya pun menulis apa adanya...

Work From Home pertama yang adanya cuma bikin kesal sama tekor, tekor paketan...
Continue reading Hari Ke-55 PKL: Pertama Kali Work From Home

Kamis, 19 Maret 2020

Hari Ke-54 PKL: Sendiri!

Hari ini Kamis, 19 Maret 2020 merupakan hari ke-54 saya PKL di PT Excellent Infotama Kreasindo. Salah satu perusahaan ESP ( Email Service Provider) yang ada di Indonesia, atau malah satu-satunya, saya tidak tahu. Hari ini saya berangkat PKL sendiri, Bayu tidak masuk, sakit katanya. Padahal dia sudah bersiap-siap, sudah rapi. Tapi ketika ingin berangkat dia bilang kalau dia tidak bisa berangkat, sakit perut dan sakit kepala katanya.

Hasil gambar untuk alone typography

Saya berangkat sendiri, aneh rasanya. Biasanya di belakang ada orang dan saat itu saya hanya sendiri. Rasanya lebih enteng.

Perjalanan pun rasanya jadi lebih cepat. Saya berangkat jam 7 kurang 10 dan sampai kantor sekitar jam 7.15. Lebih cepat 5 menit dari biasanya. Padahal lalu lintas sama seperti biasanya. Saya juga tidak terlalu ngebut membawa motornya, menurut saya sihh.

Sampai di kantor baru ada bang Gun. Sebenarnya saya bingung manggil "mang" atau "bang". Saya tidak tahu, saya hanya mendengar karyawan lain yang memanggilnya. Tapi kedua panggilan itu hampir sama jika diucapkan, hanya berbeda satu huruf saja.

Di kampung panggilan yang sangat familiar hanya mas, mbak, pak, buk, pakde, bude, mbah. Hanya itu yang sering saya gunakan untuk memanggil seseorang. Rasanya aneh saja memakai panggilan seperti bang, mang, apalagi "om". Anehh sekali rasanya jika memanggil dengan sebutan "om" itu. Di kantor sendiri ada dua orang yang biasa dipanggil om, yaitu om Akoy dan om Ahmad. Saya tidak bisa bilang om, maka saya memanggilnya dengan panggilan mas. Saya tidak tahu itu pantas atau tidak, tapi ya mau bagaimana lagi.

Datang saya langsung duduk di depan, menunggu sampai karyawan yang bertugas di depan datang. Baru setelah itu saya membantu tugasnya mang Gun.

Saya menunggu sambil bermain HP, mengecek telegram. Tidak ada telegram yang penting. Jadi saya hanya lanjut membuka sosmed. Membuka blog dan email nanti saja lewat laptop, kurang puas kalau membukanya hanya lewat HP.

Akhirnya mbak Indah datang, saya pun segera kebelakang, berniat untuk mengerjakan tugas yang biasanya dikerjakan Bayu dan juga saya sendiri. Langsung saya keatas. Tapi ternyata sudah dibereskan mang Gun tugasnya, ya sudah saya hanya mengerjakan tugas rutin setiap pagi saya saja.

Setelah selesai saya cuci tangan dahulu, karena habis memegang hal yang lumayan kotor. Cuci tangan, padahal pagi tadi pas saya datang saya langsung memakai hand sanitizer. Tapi yaa biar tambah bersih saja, kan juga habis bekerja yang lumayan kotor.

Setelah itu saya baru duduk di tempat saya, membuka laptop. Karyawan pun mulai berdatangan. Dan menanyakan bayu kemana. Kecuali mas Afandi yang bertanya sakit apa. Mungkin tadi pagi Bayu sudah japri mas Fandi kalau dia tidak masuk karena sakit. Jadi mas Fandi tahu kalau Bayu sedang sakit dan tidak masuk.

Saya menggunakan Elementary lagi setelah sekian lama saya memakai Windows untuk mengerjakan project buku. Mungkin kalau memakai Elementary bisa sedikit lancar, karena saya yakin jika Elementary lebih ringan dibandingkan dengan Windows. Tapi tetap saja ujung-ujungnya saya gunakan Elementary itu untuk meremote Windows yang ada di VM, jadi ya sama saja sebenarnya. Saya masih pakai Windows untuk mengerjakan buku.

Saya suka Elementary karena enak kalau dipakai untuk multitasking. Shortcut keyboardnya juga menurut saya sangat mendukung untuk multitasking. Dan yaa, benar saja laptop saya berjalan agak lebih cepat dari biasanya ketika pakai Windows. Saya suka linux😀

Saya menghidupkan Windows saya dan langsung meremotenya lewat Elementary menggunakan aplikasi Remmina, saya sudah belajar itu sebelumnya, jadi ya bukan masalah lagi.

Ada satu kelebihan lagi, selama saya meremote tidak ada kata DC diantara laptop saya dengan Windows yang ada di VM. Lancar-lancar saja ketika saya gunakan. Tapi ada bagian yang di cut. Grafiknya jadi hanya hitam, untuk memaksimalkan kecepatannya. Seperti ini,

Saya pakai windows juga ada alasan tersendiri. Alasannya karena saya tidak bisa menggunakan git langsung di terminal linux, saya sudah membaca-baca, tapi tidak bisa. Padahal saya sudah melakukannya sesuai dengan tutorial yang ada di google. Saya juga sempat membaca buku yang dikerjakan oleh Bayu, yang soal git. Tapi sama saja, sama seperti yang ada di tutorial di google. 

Setelah persiapan selesai saya langsung mengecek email dan blog saya. Ada balasan email dari pak boss, saya  pun membalasnya juga. Setelah itu baru mengecek blog saya. Membalas komentar teman saya, teman satu kelas, dia juga PKL di Jakarta, kalau tidak salah nama PTnya PT Comnet. Kalau tidak salah. 

Setelah itu saya langsung membuka file project saya lagi. Sebelum itu saya juga sudah mencoba untuk meremote repository github mulik saya langsung lewat terminal di Elementary, tapi sama saja, tidak bisa. 

Membuka file project, dan mulai memikirkan akan bagaimana saya memulainya hari ini. Saya pun membaca sudah sampai mana buku saya. Terakhir saya sudah sampai module. Saya memutuskan untuk menjadikan materi ini materi yang terakhir. Karena sampai disini saja Ansible juga sudah bisa digunakan, tapi hanya fitur dasarnya saja, sesuai dengan judulnya. Panduan Dasar Ansible. Saya memutuskan untuk mengcut karena juga saya belum membuat cover, daftar isi, kata pengantar, etc. Dan waktu yang juga terbatas. Tidak saya sangka sebelumnya jika membuat buku bisa sampai se mumet ini🙃.

Saya menulis sampai ada telegram dari mbak Fitra. Akhirnya yang ditunggu sekian lama datang juga. Tapi masalahnya tugas kali ini untuk membeli materai, saya tidak tahu tempatnyaaaa, yang tau Bayu, yang diajak keliling waktu itu Bayu soalnya. 

Saya pun bertanya dimana tempat membelinya, dan mencarinya di maps. Hanya itu jalan keluar satu satunya. Mau tanya arahnya nanti malah bingung sendiri, mending pakai maps saja. Mas Fandi pun bilang saya disuruh hati-hati karena banyak polisi, itu menasehati atau menakut-nakuti sebenarnya,

Saya pun berangkat dengan menggenggam HP ditangan saya, sebagai panduan. Luruss, belok kiri, lampu merah pertama masih lurus, baru lampu merah kedua belok kekanan, lurus lagi, belok kiri, sampaiii. 

Pertama kali sampai saya bengong lihatnya. Ini kantor pos atau apaaa, besar sekaliii. Kantor pos di kampung saya tidak sampai sebesar ini, untuk parkir saja harus melewati portal otomatis, yang harus memencet untuk mendapatkan tiket parkir itu. Parkir diarahkan oleh penjaga parkir. 

Setelah itu saya masuk kedalam kantor. Makkk, besar sekaliii. Saya bingung, tengak tengok, tidak ada satpam, saya pun pergi ke bagian seperti meja resepsionis tapi panjanggg sekali, panjang tapi dibagi sampai 11 kalau tidak salah. Saya pergi ke nomor satu. Jujur saya takut salah dan takut jika sampai dikira mau mencuri atau apa karena tingkah saya yang aneh. Pergi ke nomor satu, ada pelayannya, tapi hanya diam, padahal tahu kalau saya sedang disitu. Saya pun bertanya, kalau mau beli materai kemana. Mas-mas penjaga itupun menjawab harus ke nomor 7. Ya sudah saya langsung menuju ke nomor 7, antri. Setelah mengantri saya langsung ngomong ke mbak-mbak penjaganya. Mau beli materai. Dia pun menjawab jika mau beli materai pergi ke nomor 9. Hmmm,

Saya pun pergi ke nomor sembilan, antri lagi, tau begitu saya langsung menuju ke nomor 9, mungkin saya menjadi yang pertama kalau langsung menuju ke nomor 9. 

Antri cukup lama,

Akhirnya giliran saya datang juga. Saya pun bilang kalau mau beli materai. Awas saja kalau sampai bilang harus ke no.. untuk beli materai. Tapi untungnya tidak. Dia langsung bertanya mau beli berapa. Saya pun menyampaikan pesanan mbak Fitra tadi, sama persis seperti apa yang dibilang oleh mbak Fitra. 

Pesanan segera diproses, cuma materai jadi cepat.

Selesai membeli materai saya langsung kembali ke kantor, lewat jalan yang tadi. Agak takut saya, takut kalau lewat jalan satu arah. Takutnya kalau saya sampai salah dan ketemu pak polisi. Bisa dimarahi habis-habisan saya. Ditambah lagi jalanan itu sepi, dan tidak ada pengendara lain yang searah dengan saya. Huftt....

Akhirnya sampai di kantor dengan selamat sentosa, tidak ada aral suatu apapun, wkwk.

Saya langsung memberikan materai itu kepada mbak Fitra, dan langsung mencatat pengeluaran yang baru saja di buku biasanya. 

Saat itu sudah jam setengah 12, sudah hampir waktunya untuk istirahat. Di perjalanan sempat terpikir untuk sekalian membeli makanan untuk makan siang. Tapiiii... maybe bad idea, saya disuruh kemana, mampirnya kemana. Jadi saya langsung gas menuju ke kantor.

Setelah tugas dari mbak Fitra selesai saya langsung kembali ke tempat saya, melanjutkan menulis buku, pengennyaaa...

Tapi saat itu sudah hampir istirahat, jadi sudah tidak bisa konsen menulis lagi. Saya pun hanya browsing di internet, hanya browsing asal saja, mencari hal hal yang menarik.

Kepala saya pusing, sudah saya rasakan dari tadi, dan juga saya merasa ada yang tidak beres dengan perut saya. Begitu jam 12 saya langsung mengambil posisi tiduran, masih di tempat saya. Tadi juga sempat diingatkan mas Ridwan jika sedang pusing berobat, jangan dipaksakan. Dan ya saya masih memaksakan untuk menulis buku. 

Hanya rebahan, mas Ridwan pun mengingatkan untuk makan. Saya bilang nanti saja, kan juga waktu istirahat juga masih panjang. Sekitar 15 menit saya pada posisi itu. Saya pun bangun, mau beli makanan. Hari ini jatah uang tinggal 30k, tadi 20k sudah melayang untuk uang bensin, saat membeli materai tadi. Saya pun sudah berencana untuk membeli kopi yor, lagi pengen rasanya. Jadi uang makan hanya tinggal 10k jika ingin beli kopi. Saya pun beli ayam ippo lagi, yang harganya 10k, pass. 

Makan siang pun dengan menu ayam, ayam goreng ippo. 

Selesai makan saya disuruh mang Gun untuk membelikan nasi, nasinya habis, dan masih ada dua orang yang belum makan, mas Afandi dan mas Andes. Saya pun segera membelikannya, di warteg terdekat. Saya disuruh mang Gun, biasanya sih dia yang beli nasi, tapi saat itu dia sedang makan, jadi menyuruh saya. Setelah membeli saya segera memberikannya kepada mas Afandi, kelihatannya juga sedang menunggu nasinya. 

Saya kembali ke tempat duduk, mengambil botol setelah itu mengambil air saya duduk di tempatnya mas Afandi, yang dekat dengan AC, ya saya memang kegerahan saat itu. Saya seperti itu sampai waktu istirahat kurang 5 menit lagi habis, saya segera menuju ke kopi yor untuk membeli kopi. Saya mencoba membeli kopi susu gula jawa, kesukaannya mas Ahmad. Setelah itu saya segera duduk kembali ke tempat saya, langsung melanjutkan menulis buku. 

Saya menulis sampai jam setengah 3, sudah saatnya untuk menulis artikel harian. Saya pun segera menulis. 

Menulis sambil menyeruput kopi yang saya beli tadi, saya awet-awet kopi itu, biar awet sampai pulang. Biar awet gak ngantuk juga tentunya.

Saat sedang menulis, karyawan lain pada heboh, menghebohkan apa gitu, intinya makanan. Sebenarnya sudah dari tadi siang mungkin, tapi itu puncaknya, dan akhirnya makanan itupun dibuat. Mas Ridwan yang korban uang (padahal dia sedang puasa), mas Riski yang membeli telur, mas Irul yang mengeksekusi, mas Dhen seksi dokumentasi, wkwk. 

Heboh sekali, membuat saya tidak bisa fokus menulis. Ditambah lagi kepala dan perut saya yang rasanya malah tambah sakit. 

Menulis saya pun terganggu, padahal ada banyak yang ingin saya tulis hari ini. 

Makanan pun jadi, semua tim pergi keatas untuk menikmatinya, kecuali saya dan mas Andes, saya sibuk menulis, mas Andes pun sepertinya juga sibuk menulis. Oh iyaa, dia duduk di sebelah saya hari ini. Atis(dingin) katanya. 

Saya pun bisa agak sedikit fokus menulis, tapi tetap saja tidak selesai. Sampai saatnya untuk pulang tiba. Saya memutuskan untuk mengerjakannya di rumah saja. Mau lembur juga kondisi tidak memungkinkan jadi ya saya langsung pulang. 

Di jalan saya baru ingat kalau file project saya belum saya update ke repository github saya. Yahhh, sepanjang jalan isinya hanya kekecewaan yang amat sangat. Padahal besok sudah mulai work from home. Hmmmm, besok mau apa kalau filenya ada di windows yang ada di VM, masak iya harus ke kantor duluu. Hahhhh, careless!


Continue reading Hari Ke-54 PKL: Sendiri!