Sunday, January 26, 2020

Tutorial Ansible Part 3: Ansible Variable & Conditionals

1. Ansible Variable

Variable di Ansible sama dengan Variable di bahasa pemrograman yang lain, yaitu berfungsi untuk menyimpan nilai data yang bervariasi dengan item yang berbeda.

Untuk penggunaanya diAnsible cukup mudah, bisa diletakkan di dalam playbook atau di dalam inventory. Variable sangat berguna pada saat ingin melakukan loop. Cukup menuliskan variable dan untuk memasukkan variable itu ke line yang diinginkan cukup menggunakan format {{ (nama variable) }}, {{}} disebut jinja2 templating.

Contoh penggunaan variable yang berada pada playbook,
Pada gambar diatas saya menggunakan variable untuk menyimpan kata "hello world" dan pada msg saya menggunakan variable tadi dengan menggunakan jinja2 templating.

Contoh lainnya yaitu penggunaan variable didalam inventory file,
Gambar diatas merupakan contoh menggunakan variable yang ada di dalam inventory file, pada msg saya menggunakan variable dari inventory yang bernama ansible_host, jadi yang muncul nanti adalah alamat ip target

2. Conditionals

Sesuai dengan namanya, conditionals berfungsi untuk menentukan kondisi apa yang harus dipenuhi sebelum menjalankan perintah yang dituliskan didalam playbook.

Misal akan menginstall nginx pada dua target server, tapi kedua target itu berbeda, yang satu Debian yang satu CentOS. Kalau Debian menggunakan apt, dan CentOS menggunakan yum. Dengan menggunakan conditionals, kita dapat melakukan perintah itu dengan hanya satu playbook saja. Caranya yaitu sebagai berikut:
  1. Tuliskan playbook yang memuat semua perintah tersebut, seperti pada gambar dibawah,
  2. Tambahkan when yang digunakan untuk membuat conditionals, tambahkan pada setiap akhir dari perintah, contoh seperti pada gambar dibawah,
  3. Jika dijalankan, target yang tidak memenuhi syarat akan langsung otomatis di skip,









Continue reading Tutorial Ansible Part 3: Ansible Variable & Conditionals

Friday, January 24, 2020

Hari Ke-15 PKL: Hari Jum'at Yang Cukup Cepat

Hari ini saya berangkat dari rumah jam 6.45. Saya agak memperlambat jam berangkat saya karena saya dikasih tahu sama kakak saya kalau jam 6.30 itu jamnya ibu-ibu yang sedang mengantarkan anaknya ke sekolah yang membuat macet. Ya memang jika saya perhatikan ibu-ibu kalau naik naik motor ada yang pelan, ada yang tidak tahu aturan, ada yang hanya memikirkan dirinya sendiri, dll. Memang benar apa yang saya baca di sosmed jika ibu-ibu itu penguasa jalanan. 

Dan tenyata benar, setelah saya berangkat jam 6.45. Jalanan tidak terlalu macet, ramai lancar. Tapiiii, tetap sama saja, saya sampai di kantor juga jam 7.25, alias sama saja seperti biasanya, 40 menit perjalanan. Mungkin karena cuaca hari ini agak gerimis jadi saya agak pelan bawa motornya. 

Sampai di kantor saya langsung meletakkan tas dan melepaskan jaket saya, karena sangat sumpek. Saya disuruh untuk mengelap meja sama bang Gun. Langsung saja saya mengelap meja itu sampai bersih, bersih standarnya saya sih,  gak tau kalau masih kurang bersih. Karena saya sudah sering disuruh untuk bersih-bersiih lab jadi saya sudah terbiasa melakukannya. Memang hanya sedikit siswa TKJ di sekolah saya yang peduli dengan lab nya, hanya beberapa orang, termasuk saya. 

Setelah mengelap meja selesai, kebetulan juga bang Gun sudah selesai membersihkan lobbynya jadi sekarang saatnya saya menunggu di lobby sambil membuka email dan telegram. Setelah saya cek ternyata tidak ada pesan dari siapapun. Kok kosong, pikir saya. Biasanya setidaknya ada telegram masuk dari pak boss. Tapi kali ini tidak ada sama sekali. Apa mungkin belum dibaca ya, pikir saya dalam hati. Karena saya penasaran saya mengecek di blog apakah ada yang sudah membaca postingan saya kemarin. Dan ternyata belum ada yang membaca sama sekali. 

Saya langsung berfikir, apakah link yang saya kasih kemarin salah. langsung saja saya cek link yang saya kasih ke pak boss kemarin. Setelah saya cek masih bisa noo, teruss kenapa kok belum dibaca. Hmmmm, apa mungkin pak boss belum sempat, bisa jadi sihh, namanya saja boss, pasti sibuk orangnya. 

Saya pun memutuskan untuk mengedit beberapa bagian di blog saya. Saya baru mendapatkan ide/cara, tapi saya tidak tahu ini cara yang benar atau bukan untuk membuatnya, tapi apa salahnya untuk dicoba terlebih dahulu. Saya menggunakan label untuk mengisi menu yang sesuai dengan kontennya. Pada saat pembuatan kan bisa ditambahkan label untuk mengelompokanya, dan label itu memiliki halaman sendiri, jadi saya mengarahkan menu tersebut ke halaman label yang sudah ada saja. Dan ternyata berhasil, saya tinggal menyamakan label di postingan yang sama dengan menu itu. Menu yang sudah bisa yaitu menu PKL yang isinya tentang cerita saya selama PKL, termasuk artikel ini.

Karena sudah jam 8 saya langsung duduk di tempat duduk saya. Pada saat itu juga ada balasan dari pak boss tentang laporan saya kemarin. Ternyata benar memang belum dibaca. Mungkin karena saya mngirimkannya sudah di rumah, sekitar jam 8 malam. 

Setelah itu saya langsung melanjutkan pembelajaran, hari ini saya sudah berganti materi, kali ini saya akan belajar mengenai Ansible Variable. Materi ini tidak terlalu sulit, dan saya berencana langsung membuat artikel tutorial tentang materi ini.

Tapi ternyata salah, karena saya hari ini tidak bisa fokus belajar jadi sangat susah untuk memahaminya. Memang saya kalau sudah tidak bisa berkonsentrasi, mau belajar apapun pasti tidak bisa masuk/paham. Sampai tidak terasa sudah waktunya untuk shalat Jum'at. 

Setelah shalat Jum'at waktunya untuk makan-makan. Menu hari ini adalah ikan goreng dan sayur asem. Saya tidak tahu apakah ikan nila atau apa yang digoreng itu, yang penting intinya makan gratis, hehe. Kali ini makannya diatas, dan saya disuruh untuk makan di lobby sambil mengawasi, katanya suka ada orang yang mengambil kesempatan untuk "berbuat jahil". Yaa tidak heran sihh, secara di sini dekat dengan jalan raya.

Setelah selesai makan, sekitar jam 2 siang, semua masih ada diatas, tidak tahu membahas apa, tapi kedengarannya sangat seru. Karena saya bingung mau apa, saya langsung saja menulis artikel harian. Hari ini sepertinya sangat cepat. Dan sekitar jam 3 semuanya karyawan sudah turun dan saya langsung kembali ke tempat duduk saya untuk melanjutkan menulis.

Sekitar jam 4.15 saya sudah selesai menulis artikelnya, saya langsung menulis laporan kepada pak boss. Setelah selesai semua saya langsung beres-beres dan persiapan untuk pulang.
Continue reading Hari Ke-15 PKL: Hari Jum'at Yang Cukup Cepat

Thursday, January 23, 2020

Hari Ke-14 PKL: Perbedaan

Gambar terkait




Hari ini, Kamis 23 Januari 2020 adalah hari ke-14 saya PKL di Excellent. Masih sama seperti hari biasanya, lalu lintas padat dan agak basah karena habis hujan. 

Sampai di kantor langsung saja saya melakukan hal yang biasa dilakukan, yaitu duduk di lobby sampai lumayan banyak karyawan yang datang. Mengecek media komunikasi, tidak ada apa-apa saya pun langsung melanjutkan pembelajaran saya. Kegiatan itu sudah menjadi kebiasaan saya setiap hari.

Setelah itu saya segera duduk di tempat duduk saya dan langsung melanjutkan pembelajaran saya tentang Ansible. Oh yaa, pak boss menyuruh saya untuk membaca sebuah artikel yang berjudul "Tips Membaca Artikel Bahasa Inggris". Saya mengakui jika saya memang buruk dalam bahasa inggris. Saya pun membaca artikel itu. Saya mendapatkan beberapa tips dari artikel itu, yaitu dengan mencoba  untuk menerjemahkan dalam satu kalimat jangan per kata. Setelah membaca artikel itu saya mendapatkan beberapa tips dan langsung mempunyai target lagi untuk mempelajari bahasa inggris

Hari ini saya akan membuat artikel tutorial tentang Ansible Module, bukan hal yang mudah untuk membuatnya. Memang sudah banyak referensi yang diberikan, tapi saya belum terlalu paham. 

Pada saat pembuatan pak boss datang dan memberikan briefing. Selama briefing saya hanya memperhatikan. Selama briefing saya merasa bahwa perbedaan ilmu yang saya punya masih sangat jauh dibandingkan dengan apa yang sedang di bicarakan pak boss dan karyawan lain. Padahal saya merasa bahwa sudah banyak yang saya pelajari di sekolah. Tapi saat itu saya merasa bahwa itu tidak ada apa-apannya.

Setelah briefing selesai, saya langsung melanjutkan membuat artikel itu. Sampai akhirnya waktu istirahat datang. Saya baru sadar bahwa ada suatu barang yang sangat penting ketinggalan dirumah, dompet saya. Hmmm, padahal hari ini saya sedang tidak membawa bekal dan uang saya ada di dompet semua. Saya pun meminjam uang rekan saya untuk makan siang hari ini. Yaa agak tidak enak pas mau meminjam, tapi mau bagai mana lagi.

Setelah jam istirahat selesai saya langsung melanjutkan membuat artikel tutorial tentang Ansible Module tadi. Pada saat mengerjakannya ada telegram dari mbak Rahmi, saya disuruh untuk menempelkan materai. saya langsung mengerjakannya, cukup banyak juga dokumen yang harus ditempeli materai. Tugas mbak Rahmi selesai sekitar jam 2.30, dan saya langsung melanjutkan pembuatan artikel yang hampir jadi tersebut.

Setelah selesai, sekitar jam 3.30, karena tidak memungkinkan untuk membuat artikel harian, saya memutuskan untuk membaca artikelnya mas Dhenandi, kebetulan artikelnya juga bahasa inggris, jadi sekaligus mempraktekkan tips yang saya dapat dari blognya pak Vavai tadi. 

Artikelya sangat menarik menurut saya. Menceritakan tentang pengalaman mas Dhenandi sendiri ketika bergabung dalam grup OpenSUSE Indonesia, menceritakan pada saat mas Dhenandi menjadi panitia di acara OpenSUSE tersebut, namanya OpenSUSE Asia Summit. Pengalaman yang sangat menarik, bahkan mas Dhenandi sudah sampai ke Jepang untuk mengikuti acara itu.

Setelah membaca artikel itu, karena waktunya pulang sudah tiba saya langsung beres-beres dan persiapan untuk pulang. Tapi ada sedikit perasaan tidak enak karena karyawan yang lain belum ada yang pulang padahal sudah waktunya untuk pulang.
Continue reading Hari Ke-14 PKL: Perbedaan

Tutorial Ansible Part 2: Ansible Module


Lanjutan dari materi kemarin, kali ini saya akan menjelaskan tentang ansible module. Ansible Module adalah kumpulan kode di Ansible yang bisa digunakan untuk mengontrol target. Setiap modul memiliki fungsi tertentu. Seperti mengelola user, mengelola direktori, melakukan service tertentu, dll. Bisa menggunakan satu modul untuk sebuah tugas atau menggunakan beberapa modul yang berbeda sekaligus dalam satu playbook. Ada banyak modul yang dapat digunakan, dan dibagi berdasarkan fungsinya.

1. System Module

Yang pertama module system, modul ini digunakan untuk operasi yang setingkat dengan system. Seperti melakukan restart suatu service misalkan. Ada sekitar 73 perintah yang dapat digunakan. Berikut merupakan contoh penggunaan salah satu perintah di system module.
Saya menggunakan service untuk menghentikan apache 2 dan nginx

2. Command Module

Command module berisi tentang perintah yang bisa digunakan untuk mengeksekusi sesuatu. Melakukan perintah date misalkan untuk melihat tanggal, atau menggunakan perintah cat untuk melihat isi suatu file. Berikut merupakan contoh penggunaan suatu perintah di command module.
Menggunakan perintah date untuk melihat tanggal, dan menggunakan perintah cat untuk melihat isi file named.conf.local. Dan contoh diatas juga merupakan contoh penggunaan beberapa module sekaligus.

3. File Module

Digunaan untuk mengeola file. Seperti membuat folder, mengcopy, menghapus, dll. Berikut merupakan contoh penggunaan file module
Saya menggunakan perintah mkdir untuk membuat maulana di /home, dan setelah membuat langsung di copy menggunakan perintah copy ke dalam direktori /home/setya


Masih banyak lagi macam dari Ansible Module, tapi saya masih tahap pembelajaran. Jadi masih sedikit yang bisa saya sampaikan 

Untuk lebih lengkapnya bisa melihat sendiri di website Ansible:

Continue reading Tutorial Ansible Part 2: Ansible Module

Wednesday, January 22, 2020

Hari Ke-13 PKL: Itu PC?

Selama perjalanan saya ke kantor tidak ada sesuatu yang menarik jadi langsung saja saya ceritakan pas sudah sampai kantor. Saya hari ini sampai kantor jam 7.20 kurang lebih. Begitu sampai saya tidak langsung masuk tapi membeli sarapan dulu di depan, dua bungkus roti dan satu botol Good Day karena saya sedikit mengantuk. Sebenarnya di rumah ada nasi dan lauk, tapi kalau pagi saya tidak terlalu suka makan nasi, kecuali nasi goreng. 

Setelah membeli sarapan saya langsung masuk dan duduk di lobby sambil makan roti yang saya beli tadi. Saya makan sambil mengamati ruangan itu. Di samping kanan pintu masuk ada lemari buku yang isinya produk buku dari Excellent. Di sebelah kiri pintu masuk ada kursi panjang yang empuk, itu kursi yang sedang saya duduki saat itu. Dan tepat di depan Pintu masuk ada meja lobby yang biasa digunakan oleh mbak Rahmi, mbak Indah, dan mbak Fitra. 

Tepat di bawah mejanya mbak Rahmi ada sesuatu yang aneh menurut saya. Yaitu sebuah benda seperti PC yang penuh dengan DVD RW di depannya, seperti ini gambarnya:
Saya tidak tahu itu PC atau apa, tapi kalau PC kok DVD RW nya banyak sekali, memang port sata di motherboardnya berapa. Umumnya kan kalau setahu saya, PC itu mempunyai satu DVD RW, atau dua. Dan port sata bawaan suatu motherboard biasanya hanya 4 port setahu saya. Hmmmm, ya sudah lah, saya lanjut saja makan sampai habis.

Sudah banyak karyawan yang datang dan mbak Rahmi juga sudah datang saya langsung masuk dan duduk di tempat saya. Membuka laptop dan langsung mengecek email dan telegram. Ada telegram masuk dari pak boss, isinya tentang koreksi artikel saya yang kemarin. Saya sudah membacanya sebelum saya upload, tapi tetap saja masih ada yang typo, hmmm. Langsung saja saya perbaiki kesalahan itu. 

Selesai memperbaiki kesalahan, ada telegram masuk dari mas Andes. Seperti biasa saya disuruh untuk mengurus pesanan buku. Saya belum terlalu bisa saat membungkus buku, jadi agak lama dalam membungkusnya. 

Setelah selesai mengurus pesanan, saya langsung melapor ke pak boss bahwa artikelnya sudah saya perbaiki dan saya juga bertanya tugas untuk hari ini apa. Saya hanya disuruh untuk melanjutkan pembelajaran saja. 

Yang akan saya akan pelajari hari ini masih sama, yaitu Ansible Module. Di Ansible Module ini banyak yang harus di mengerti, karena Ansible Module adalah perintah yang digunakan Ansible untuk mengontrol targetnya. Karena kekurangan referensi dan artikel/buku yang diberikan oleh pak Ridwan berbahasa Inggris, saya jadi susah untuk memahaminya. Di web juga jarang yang membahas tentang Ansible secara rinci.

Ketika sedang istirahat sebentar karena mata saya lelah memandangi monitor terus, ada telegram masuk lagi dari mas Andes. Ada pesanan buku lagi, saya disuruh untuk mengurusnya dan mengirim pesanan itu lewat JNE. Lumayan untuk mengistirahatkan mata sekaligus menunggu istirahat. Selesai mengerjakannya ternyata sudah waktunya istirahat. Hari ini saya membawa lauk dari rumah, jadi saya tidak ke warteg.

Selesai makan saya langsung melanjutkan mempelajari sekaligus mempraktekkan tentang Ansible Module, sampai sekitar jam 2.30 dan langsung memulai menulis artikel. Saya mentargetkan menulis artikel ini selesai sebelum pulang. Tapi, tiba-tiba saya merasa pusing dan tidak bisa berkonsentrasi untuk menulis. Akhirnya artikel saya pun belum selesai sampai waktunya pulang tiba. Saya pun memutuskan untuk melanjutkan menulis di rumah. Karena menurut saya percuma saja kalau meneruskannya di kantor tapi tidak bisa konsen karena pusing.

Untung saja di jalan pusing saya agak reda, jadi masih bisa untuk mengendarai motor. Di jalan saya memilih untuk lewat jalan raya, biasanya saya lewat jalan kecil  kalau pulang. Saya lewat jalan raya karena ingin cepat sampai di rumah dan jalan yang tidak belak belok. Tapi perkiraan saya salah. Di jalan raya kendaraan sangat padat dan macet. Akhirnya setelah 40 menitan saya sampai di rumah dan langsung istirahat sebentar.

Pusing saya sudah lumayan berkurang saya langsung melanjutkan untuk menulis kembali. Kepala saya sudah tidak pusing lagi setelah istirahat cukup lama.

Setelah menulis artikel selesai, saya langsung menulis laporan hari ini dan langsung mengirimkannya ke pak boss.


Continue reading Hari Ke-13 PKL: Itu PC?

Tuesday, January 21, 2020

Hari ke-12 PKL: Jadi Gini Rasanya Banjir

Dimulai dengan sangat mengantuk, lalu mandi, dan sampai di jalan macet akibat ada jalanan yang tergenang air alias banjir. Hari ini Selasa, 21 Januari 2020 merupakan hari ke-12 saya PKL di Excellent. Saya tidak menyangka bahwa dijalan sampai banjir, padahal semalam tidak hujan setahu saya, tapi mungkin akibat tidur saya terlalu pulas sampai tidak sadar bahwa diluar sedang hujan.

Berangkat jam 6.45 saya agak sedikit santai, sampai akhirnya tiba di jalan raya, jalannya agak sedikit basah dan kendaraan lumayan padat. Tidak sampai macet, hanya di beberapa spot tertentu saja, ramai lancar kalau kata reporter TV. Jalanan macet mungkin akibat dari jalanan yang tergenang. Yang parah malah  dari arah sebaliknya, jalanan yang tergenang lumayan panjang dan sangat macet. Kira-kira panjang macetnya hampir 1km atau lebih malah. 

Jalan yang biasa saya lewati yang melintasi rel kereta api juga tergenang banjir, untung saja tidak macet, kalau sampai macet mau jadi apa sepatu saya.

Sampai di kantor sekitar jam 7.15. Karena sepatu saya kotor, saya langsung melepasnya dan menaruhnya di dekat tempat duduk saya, karena bang Gun sedang bersih-bersih jadi tidak enak kalau saya pakai sepatu yang kotor. Setelah itu saya duduk bersila di bangku lobby sambil membuka telegram dan email saya, seperti biasanya. Alhamulillah, ada balasan dari pak boss yang berisi materi Outline saya sudah di acc. Sangat lega rasanya karena tugas itu sudah di acc sama pak boss. Tapi tugas ini hanya permulaan, nanti pasti akan ada tugas yang lebih sulit lagi dari pak boss.

Ada juga telegram dari pak boss tentang koreksi artikel yang kemarin "Hari Ke-11 PKL", koreksinya yaitu tentang kebiasaan buruk saya, typo, ya itu memang menjadi kebiasaan yang harus saya perbaiki. Saya harus segera menghilangkan kebiasaan buruk ini. Diteliti lagi sebelum di upload memang sudah benar, tapi saya saja yang kurang teliti.

Pak boss juga menyuruh saya untuk menambahkan sesuatu di blog saya. Yaitu menambahkan tentang metadata blog saya yang berisi tentang ringkasan apa saja yang saya tulis di blog ini. Langsung saja saya mengerjakannya. Pada saat pengerjaan, saya melihat lagi tampilan blog saya yang sepertinya belum terlalu bagus, saya teringat perkataan boss bahwa blognya orang IT itu harus simple. Saya pun sekalian mengubah tema blog saya. Saya browsing di web tentang tema blog yang bagus dan juga gratis tentunya (ora modal), hehe. 

Setelah saya browsing kesana kemari saya menemukan tema yang saya rasa cocok, temanya lumayan simple, tidak terlalu banyak warna, dan yang terpenting gratis. Segera saja saya langsung menerapkan tema itu ke blog saya. Karena pengalaman saya pada pemrograman HTML sangat kurang, saya kesulitan untuk mengubah beberapa fitur, yang saya bisa hanya mengubah nama menu-menu yang ada, tapi belum bisa mengisinya.

Sedang dalam pengerjaan, saya menerima telegram dari mas Andes kalau ada pesanan buku. Saya pun langsung meminta informasi pembelianya dan segera membungkus buku pesanan itu. Setelah saya membungkusnya saya kembali duduk, karena pengirimannya lewat sicepat jadi kurir yang akan mengambilnya, saya tidak perlu mengantar paketnya. 

Saya kembali melanjutkan lagi memperbaiki tampilan blog. Saya mencoba untuk mencari tahu cara untuk mengisi menu-menu di blog, setelah menemukan caranya saya langsung mencobanya. Cukup sulit bagi pemula untuk saya. Hasilnya, hanya satu menu yang bisa saya isi. Yaaa, mengingat ini baru pertama kalinya, jadi lumayan lah yaa. Note  dari pak boss pun juga sudah saya kerjakan. Sampai saya dipanggil mbak Rahmi seperti biasa, untuk menempelkan materai. 

Cukup banyak dokumen yang harus ditempelkan materai. Saya juga tidak mau terburu-buru, takut ada yang salah. Tapiii, memang saya ini ceroboh, karena kurang fokus, materainya ada yang salah saya tempelkan harusnya yang saya tempelkan yang dibawah satu juta ini malah diatas satu juta. Untung saja materainya belum terlalu menempel, jadi bisa saya ganti lagi.

Setelah selesai tugas dari mbak Rahmi, saya melanjutkan mengurus blog saya. Sampai waktunya untuk istirahat. Saya makan di warteg yang lumayan dekat dengan kantor. Setelah selesai makan saya kebali ke kantor dan istirahat sebentar karena jam istirahat belum habis. Jam istirahat telah selesai saya berniat untuk melanjutkan belajar Ansible Module. Saya terus mengulang materi ini karena saya belum terlalu banyak melakukan praktek, sedangkan command yang ada cukup banyak, dan lagi, 3 hari kemarin ketika saya belajar tentang Ansible Module waktunya selalu terbatas karena materi Outline yang masih belum di acc sama boss.

Tapi ada masalah yang tiba-tiba muncul. Kepala saya tiba-tiba sangat pusing, tidak tahu apa penyebabnya. Saya memutuskan untuk beristirahat sebentar sampai rasa pusingnya hilang. Setelah cukup mendingan saya memutuskan untuk menulis artikel harian saya saja. Karena percuma kalau belajar Ansible jika sedang pusing materinya jadi tidak ada yang nyantol. 

Selesai mebuat blog saya langsung menulis laporan yang akan saya kirimkan ke pak boss lewat email. 

Semua tugas sudah selesai, karena belum waktunya untuk pulang, saya membaca artikel salah satu tim yang berjudul "Mengaktifkan Dark Mode Pada Google Chrome". Saya suka dengan tampilan yang gelap, karena enak pada saat dipakai untuk membaca. Karena artikelnya singkat jadi saya mencari artikel lain. 

Kali ini yang saya baca adalah "Pomodoro" Saya tertarik membaca karena judulnya, saya kira itu semacam daerah seperti Podomoro, ternyata bukan. Setelah membacanya saya menjadi tertarik untuk mencobanya, siapa tahu metode itu berhasil untuk saya. Saya ingin mencoba metode itu karena saya sering susah fokus ketika sedang bekerja.

Karena sudah waktunya untuk pulang saya pun segera untuk berkemas dan bersiap untuk pulang.

link terkait:
https://imanudin.com/
Continue reading Hari ke-12 PKL: Jadi Gini Rasanya Banjir

Monday, January 20, 2020

Hari Ke-11 PKL: Cuci Muka Dengan Air Kolam?

Hari Senin, 20 Januari 2020 merupakan hari ke-11 saya PKL di Excellent. Pagi ini saya berangkat dari rumah jam 6.45. Yang ada di pikiran saya pada saat dalam perjalanan "lahh kok gak macet". Biasanya kalau hari Senin selalu ramai dan macet. Sampai-sampai hari ini saya sudah bersiap untuk menghadapi macet dari rumah. Untuk membiasakan diri dengan lalu lintas di Jakarta memang sangat sulit bagi saya yang biasanya di kampung hanya ada satu dua yang bawa motor.

Sampai di kantor seperti biasa sudah ada bang Gun yang sedang bersih-bersih. Saya langsung saja menunggu di lobby depan. Jujur saya belum tahu tujuan saya menunggu di depan untuk apa. Sambil menunggu saya membuka laptop dan mengecek email dan blog. Tidak seperti kemarin, kali ini baterai laptop saya full, hhee. 

Di blog ada satu komentar dari pak boss, hmmm. Setelah saya buka ternyata isinya begini   "Pengalaman soal naik lift-nya lucu, tapi posting blog ini sudah bagus. Sudah bersifat story telling. Keren.". Pengalaman naik lift memang luar biyasahh. Saya pun membalas komentar boss  dengan ucapan terima kasih. Komentar tersebut memberikan semangat saya untuk menulis dengan lebih baik lagi. Tapii... ada sesuatu yang mengganjal di perasaan saya. Mungkin hanya perasaan saya saja.

Setelah mbak Rahmi datang saya langsung kebelakang dan duduk. Mas Andes bilang ingin bertukar tempat duduk dengan saya karena dia belum begitu sembuh dari demamnya. Jadi hari ini  saya duduk di tempatnya mas Andes yang berada disampingnya mas Afandi dan tepat dibawah AC, ini yang membuat mas Andes bertukar tempat. Saya memang sangat tidak tahan dengan panas, jadi bisa duduk dekat AC adalah suatu anugerah, hehe. 

Hari ini saya berencana lagi, untuk mempraktekkan dan memperdalam pengetahuan tentang Ansible Module. Karena belum ada instruksi dari mas Ridwan maupun boss. Saya langsung saja memulai pembelajarannya. Saat sedang belajar saya disuruh untuk membeli aqua botol, mau ada tamu katanya.

Tak lama kemudian pak boss datang, dan wajahnya penuh keringat, habis ngapain boss, dalam hati saya. Setelah boss istirahat sebentar dia langsung memberikan briefing kepada seluruh tim yang ada. Saya hanya mendengarkan sambil mencoba memahami briefing dari pak boss. Saya sangat kagum dengan cara penjelasan pak boss, sangat enak didengar dan mendetail, jadi mudah untuk dipahami. Tapi ada juga yang sulit dipahami sih. 

Saya jadi teringat dengan kepala sekolah saya, pak Bambang. Sama persis seperti itu, pada saat memberikan pengarahan pak Bambang sangat enak didengar dan mendetail, serta jika pak Bambang memimpin suatu pekerjaan, dia melakukannya dengan sangat baik dan harus cepat kalau disuruh sama pak Bambang. Kepala sekolah yang sangat hebat dan sangat memotivasi menurut saya. Tapi jika dia sudah marah atau semacamnya, perkataanya sangat nge-jleb ke hati, hehe. Tapi selama perkataan itu saran, saya tidak keberatan untuk menerimanya, apalagi saran dari seseorang yang saya kagumi.

Kembali ke laptop. Setelah selesai memberikan briefing, pak boss langsung menuju keatas. Saya langsung melanjutkan belajar dan tak lama kemudian saya dipanggil keatas, akan ada briefiing dari pak boss katanya. Dalam briefing tersebut pak boss memberika beberapa saran terhadap tulisan saya, sarannya yaitu menambahkan foto agar lebih menarik, dan masih banyak lagi. Dan juga kembali menegaskan bahwa pak boss tidak suka kalau tulisan banyak yang typo dan terlalu berbelit-belit. Karena dapat mengganggu kenyamanan membaca katanya.

Setelah itu pak boss membahas tentang Outline lagi, memang benar-benar ini materi. Pak boss menjelaskan bahwa pak boss tidak minta saya untuk menjelaskan Outline untuk orang lain. Yang pak boss minta adalah materi ini seperti dijelaskan atau diceritakan untuk diri sendiri. Saya mulai sedikit paham sekarang, apalagi diberikan contoh oleh pak boss. 

Selain itu pak boss juga memberikan pengarahan yang lain. Saya pun juga sempat dimarahi karena terlihat mengantuk dan diperingatkan boss kalau sampai terlihat mengantuk lagi saya disuruh untuk cuci muka menggunakan air kolam yang ada di belakang kantor tepatnya di bawah gazebo. Sekarang malah sangat mirip pak Bambang, yang tadinya cuma mirip, hehe. 

Setelah briefing dari pak boss selesai, saya langsung membuat kembali artikel tentang Outline. Membuat lagi, karena saya tidak mau terikat lagi dengan artikel yang gagal kemarin. Saya membuatnya sampai sekitar jam 2, dan belum selesai sepenuhnya saya disuruh untuk membungkus pesanan buku oleh mas Andes, langsung saja saya melakukannya. Setelah selesai, dilanjut dengan tugas dari mbak Rahmi. Saya disuruh untuk memfoto dokumen, dokumen apa saya tidak tahu karena saya tidak membacanya, sepertinya sih mengenai keuangan. Ada banyak dokumen yang harus difoto. Saya selesai mengerjakan tugas dari mbak Rahmi sekitar jam 3.30. Setelah selesai saya segera shalat dan langsung meneruskan membuat artikel Outline tadi. 

Sekitar jam 4 saya sudah selesai membuat artikel Outlinenya. Terlalu lama dalam pembuatan artikel mengenai Outline ditambah dengan tugas dari mas Andes dan mbak Rahmi membuat saya belum sempat membuat artikel harian saya. Saya langung meminta izin kepada mas Ridwan untuk mengerjakan artikel harian dan laporan dirumah saja. Saya diperbolehkan mengerjakannya dirumah, begitu jam sudah menunjukkan waktunya untuk pulang saya segera beres-beres dan segera pulang.

Setelah sampai di rumah saya istirahat sebentar, tidak tahu kenapa tapi punggung saya kadang-kadang terasa sakit. Setelah istirahat saya langsung membuat artikel harian saya. Masalah baru pun muncul. Anak mas Wahyu, kakak saya, rewel dan menjadikan saya tidak fokus untuk mengerjakannya. Sampai tak terasa jam sudah menunjukkan pukul jam 7.30 dan saya belum selesai membuatnya. Padahal saya sudah dipesan agar jangan telalu malam untuk mengirimkan laporannya. 

Sekitar jam 8 selesai semua, saya langsung saja mengirimkan laporan hari ini kepada pak boss. 

Semoga saja kali ini berhasil tentang artikel Outlinenya. 
Continue reading Hari Ke-11 PKL: Cuci Muka Dengan Air Kolam?